Tahukah anda bahwa dalam tubuh anda bersemayam tak kurang dari 100 trilyun bakteri? Percayakah anda bahwa terdapat sekitar 1 kg bakteri di usus besar anda? Pernahkah anda berfikir bahwa anda memiliki lebih banyak bakteri dalam tubuh anda dari pada jumlah manusia di planet ini? Kumpulan bakteri ini mulai hadir ketika anda lahir, bahkan sebenarnya sejak berbulan sebelumnya. Bukankah ini menakjubkan?
Pada saat separuh usia kehamilan, pergeseran hormonal tubuh akan mengarahkan sel yang melapisi vagina untuk mulai menyimpan cadangan glikogen gula, zat yang disukai oleh organisme Lactobacilli. Bakteri ini akan mengubah gula menjadi asam laktat, sehingga derajat keasaman vagina turun ke tingkat yang dapat mengurangi pertumbuhan organisme penganggu yang berbahaya.
Saat pertama kali bayi meneguk air susu ibu, Lactobacilli bergabung dengan jutaan Bifidobacteria, yang berasal dari puting ibu pada masa delapan bulan kehamilan. Bifidobacteria akan mensekresi asam dan antibiotik yang dapat melawan organisme berbahaya seperti Staphylococcus aureus.
Rombongan bakteri selanjutnya datang ketika gigi pertama tumbuh, yakni Streptococcus sanguis, diikuti oleh Streptococcus mutans. Pada masa kanak-kanak, keberagaman hayati dalam mulut melampaui ratusan spesies, dengan jumlah total lebih dari 10 milyar. Bakteri juga tinggal di rongga hidung, yang terhubung ke mulut melalui saluran pernafasan atas. Demikian seperti diulas di Medscape Pharmacist.
Superorganisme
Anda adalah sebuah superorganisme, yang disadari atau tidak sangat bergantung pada penghuni mikrobial (mikrobiom) untuk berbagai fungsi fisiologis esensial. Manusia tidak secara inheren dilengkapi dengan sistem imun atau sistem pencernaan yang lengkap. Mikrobiom di saluran pencernaan kita berperan menyediakan perangkat genetik dan metabolik yang antara lain membantu memberikan kemampuan untuk mencerap nutrisi dan untuk memodifikasi reaktivitas sistem imun.
Organisme probiotik apabila diberikan dalam jumlah tertentu dapat memberi manfaat. Bakteri usus halus misalnya dapat meningkatkan kesehatan dengan memecah toksin, sintesis vitamin, meringankan penyakit radang lambung, kanker kolorektal, dan peradangan usus.
Mikrobiom manusia telah diteliti untuk pengujian aktivitas antimikroba patogen. Senyawa lacticin 3147 dari Lactococcus lactis, yang digunakan untuk membuat keju, ternyata memiliki aktivitas antimikroba pada strain Clostridium difficile yang diisolasi dari usus manusia.
Cochrane Database of Systematic Reviews edisi November 2010 melaporkan bahwa bakteri probiotik seperti Lactobacillus GG dapat memperpendek jangka waktu diare dan mencegah diare pada anak-anak. Organisme ini diduga menempati tempat ikatan pada mukosa usus sehingga mencegah bakteri patogen mendekat. Lactobacilli juga menghasilkan bacteriocins yang bekerja sebagai antibiotik lokal. Diare terkait antibiotik dapat terjadi apabila antibiotik tersebut menganggu flora normal dalam usus orang yang sehat. Gangguan serupa itu dapat menyebabkan disfungsi ekosistem usus dan memungkinkan bakteri patogen membentuk koloni dan memperoleh akses masuk ke mukosa.
Sistem pencernaan manusia mengandung tiga kelompok kehidupan, bakteri, archaea dan eukariotik. Archaea adalah sekelompok mikroorganisme prokariotik bersel satu yang telah berevolusi. Awalnya ditemukan di lingkungan ekstrim namun telah ditemukan pada semua habitat termasuk sistem pencernaan hewan seperti ruminansia, rayap dan manusia.
Eukariot adalah organisme yang selnya mengandung membran pelindung di sekitar inti sel. Mayoritas terdiri dari dua divisi, Bacteroidetes (48%) dan Firmicutes (51%). Bacteroidetes mencakup sejumlah genera Bacteroides, yang belum ditemukan selain di saluran pencernaan hewan. Firmicutes mencakup genera Clostridium, Lactobacillus, Eubacterium, Ruminococcus, dan lainnya.
Bacteroides thetaiotaomicron adalah spesies yang penting dalam saluran usus halus distal dari manusia dewasa, yang mampu memecah polisakarida yang mengandung xylan, pektin dan arabinosa, yang merupakan penyusun serat diet.
Para ahli mikrobiologi seperti Louis Pasteur (1822–1895) dan Ilya Mechnikov (1845–1916) hingga ilmuwan masa kini telah menekankan pentingnya memahami kontribusi mikrobiota pada kesehatan manusia. Mechnikov, pemenang Nobel Kedokteran pada 1908, adalah satu dari peneliti pertama yang mempelajari flora usus halus manusia.
Bakteri usus halus melepaskan sinyal kimia yang dikenali reseptor spesifik yang disebut toll-like receptors (TLRs)—dari sistem imun bawaan. Interaksi ini membantu menjaga integritas arsitektural dari permukaan usus halus dan meningkatkan kemampuan dari permukaan epitel untuk menahan cedera.
Kekurangan pada tiap dari molekul sinyal dapat memicu peradangan usus halus, yang dapat menjadi penyebab penyakit usus halus. Penelitian sedang berlangsung untuk memahami berbagai tipe dari aktivasi TLR ini untuk memastikan bagaimana informasi ini digunakan untuk merawat sindrom usus yang teriritasi, penyakit Chron dan tipe lain radang usus halus.
Ternyata tidak semua mikroba merugikan manusia. Pada sebagian diantaranya kita boleh jadi perlu berterimakasih atas jasa-jasanya. Saat ini, para ilmuwan berusaha memahami bagaimana tubuh memelihara keadaan kesetimbangan dengan mikroflora penghuni usus halus.

From netsains.comTahukah anda bahwa dalam tubuh anda bersemayam tak kurang dari 100 trilyun bakteri? Percayakah anda bahwa terdapat sekitar 1 kg bakteri di usus besar anda? Pernahkah anda berfikir bahwa anda memiliki lebih banyak bakteri dalam tubuh anda dari pada jumlah manusia di planet ini? Kumpulan bakteri ini mulai hadir ketika anda lahir, bahkan sebenarnya sejak berbulan sebelumnya. Bukankah ini menakjubkan?
Pada saat separuh usia kehamilan, pergeseran hormonal tubuh akan mengarahkan sel yang melapisi vagina untuk mulai menyimpan cadangan glikogen gula, zat yang disukai oleh organisme Lactobacilli. Bakteri ini akan mengubah gula menjadi asam laktat, sehingga derajat keasaman vagina turun ke tingkat yang dapat mengurangi pertumbuhan organisme penganggu yang berbahaya.
Saat pertama kali bayi meneguk air susu ibu, Lactobacilli bergabung dengan jutaan Bifidobacteria, yang berasal dari puting ibu pada masa delapan bulan kehamilan. Bifidobacteria akan mensekresi asam dan antibiotik yang dapat melawan organisme berbahaya seperti Staphylococcus aureus.
Rombongan bakteri selanjutnya datang ketika gigi pertama tumbuh, yakni Streptococcus sanguis, diikuti oleh Streptococcus mutans. Pada masa kanak-kanak, keberagaman hayati dalam mulut melampaui ratusan spesies, dengan jumlah total lebih dari 10 milyar. Bakteri juga tinggal di rongga hidung, yang terhubung ke mulut melalui saluran pernafasan atas. Demikian seperti diulas di Medscape Pharmacist.
Superorganisme
Anda adalah sebuah superorganisme, yang disadari atau tidak sangat bergantung pada penghuni mikrobial (mikrobiom) untuk berbagai fungsi fisiologis esensial. Manusia tidak secara inheren dilengkapi dengan sistem imun atau sistem pencernaan yang lengkap. Mikrobiom di saluran pencernaan kita berperan menyediakan perangkat genetik dan metabolik yang antara lain membantu memberikan kemampuan untuk mencerap nutrisi dan untuk memodifikasi reaktivitas sistem imun.
Organisme probiotik apabila diberikan dalam jumlah tertentu dapat memberi manfaat. Bakteri usus halus misalnya dapat meningkatkan kesehatan dengan memecah toksin, sintesis vitamin, meringankan penyakit radang lambung, kanker kolorektal, dan peradangan usus.
Mikrobiom manusia telah diteliti untuk pengujian aktivitas antimikroba patogen. Senyawa lacticin 3147 dari Lactococcus lactis, yang digunakan untuk membuat keju, ternyata memiliki aktivitas antimikroba pada strain Clostridium difficile yang diisolasi dari usus manusia.
Cochrane Database of Systematic Reviews edisi November 2010 melaporkan bahwa bakteri probiotik seperti Lactobacillus GG dapat memperpendek jangka waktu diare dan mencegah diare pada anak-anak. Organisme ini diduga menempati tempat ikatan pada mukosa usus sehingga mencegah bakteri patogen mendekat. Lactobacilli juga menghasilkan bacteriocins yang bekerja sebagai antibiotik lokal. Diare terkait antibiotik dapat terjadi apabila antibiotik tersebut menganggu flora normal dalam usus orang yang sehat. Gangguan serupa itu dapat menyebabkan disfungsi ekosistem usus dan memungkinkan bakteri patogen membentuk koloni dan memperoleh akses masuk ke mukosa.
Sistem pencernaan manusia mengandung tiga kelompok kehidupan, bakteri, archaea dan eukariotik. Archaea adalah sekelompok mikroorganisme prokariotik bersel satu yang telah berevolusi. Awalnya ditemukan di lingkungan ekstrim namun telah ditemukan pada semua habitat termasuk sistem pencernaan hewan seperti ruminansia, rayap dan manusia.
Eukariot adalah organisme yang selnya mengandung membran pelindung di sekitar inti sel. Mayoritas terdiri dari dua divisi, Bacteroidetes (48%) dan Firmicutes (51%). Bacteroidetes mencakup sejumlah genera Bacteroides, yang belum ditemukan selain di saluran pencernaan hewan. Firmicutes mencakup genera Clostridium, Lactobacillus, Eubacterium, Ruminococcus, dan lainnya.
Bacteroides thetaiotaomicron adalah spesies yang penting dalam saluran usus halus distal dari manusia dewasa, yang mampu memecah polisakarida yang mengandung xylan, pektin dan arabinosa, yang merupakan penyusun serat diet.
Para ahli mikrobiologi seperti Louis Pasteur (1822–1895) dan Ilya Mechnikov (1845–1916) hingga ilmuwan masa kini telah menekankan pentingnya memahami kontribusi mikrobiota pada kesehatan manusia. Mechnikov, pemenang Nobel Kedokteran pada 1908, adalah satu dari peneliti pertama yang mempelajari flora usus halus manusia.
Bakteri usus halus melepaskan sinyal kimia yang dikenali reseptor spesifik yang disebut toll-like receptors (TLRs)—dari sistem imun bawaan. Interaksi ini membantu menjaga integritas arsitektural dari permukaan usus halus dan meningkatkan kemampuan dari permukaan epitel untuk menahan cedera.
Kekurangan pada tiap dari molekul sinyal dapat memicu peradangan usus halus, yang dapat menjadi penyebab penyakit usus halus. Penelitian sedang berlangsung untuk memahami berbagai tipe dari aktivasi TLR ini untuk memastikan bagaimana informasi ini digunakan untuk merawat sindrom usus yang teriritasi, penyakit Chron dan tipe lain radang usus halus.
Ternyata tidak semua mikroba merugikan manusia. Pada sebagian diantaranya kita boleh jadi perlu berterimakasih atas jasa-jasanya. Saat ini, para ilmuwan berusaha memahami bagaimana tubuh memelihara keadaan kesetimbangan dengan mikroflora penghuni usus halus.

From netsains.comTahukah anda bahwa dalam tubuh anda bersemayam tak kurang dari 100 trilyun bakteri? Percayakah anda bahwa terdapat sekitar 1 kg bakteri di usus besar anda? Pernahkah anda berfikir bahwa anda memiliki lebih banyak bakteri dalam tubuh anda dari pada jumlah manusia di planet ini? Kumpulan bakteri ini mulai hadir ketika anda lahir, bahkan sebenarnya sejak berbulan sebelumnya. Bukankah ini menakjubkan?
Pada saat separuh usia kehamilan, pergeseran hormonal tubuh akan mengarahkan sel yang melapisi vagina untuk mulai menyimpan cadangan glikogen gula, zat yang disukai oleh organisme Lactobacilli. Bakteri ini akan mengubah gula menjadi asam laktat, sehingga derajat keasaman vagina turun ke tingkat yang dapat mengurangi pertumbuhan organisme penganggu yang berbahaya.
Saat pertama kali bayi meneguk air susu ibu, Lactobacilli bergabung dengan jutaan Bifidobacteria, yang berasal dari puting ibu pada masa delapan bulan kehamilan. Bifidobacteria akan mensekresi asam dan antibiotik yang dapat melawan organisme berbahaya seperti Staphylococcus aureus.
Rombongan bakteri selanjutnya datang ketika gigi pertama tumbuh, yakni Streptococcus sanguis, diikuti oleh Streptococcus mutans. Pada masa kanak-kanak, keberagaman hayati dalam mulut melampaui ratusan spesies, dengan jumlah total lebih dari 10 milyar. Bakteri juga tinggal di rongga hidung, yang terhubung ke mulut melalui saluran pernafasan atas. Demikian seperti diulas di Medscape Pharmacist.
Superorganisme
Anda adalah sebuah superorganisme, yang disadari atau tidak sangat bergantung pada penghuni mikrobial (mikrobiom) untuk berbagai fungsi fisiologis esensial. Manusia tidak secara inheren dilengkapi dengan sistem imun atau sistem pencernaan yang lengkap. Mikrobiom di saluran pencernaan kita berperan menyediakan perangkat genetik dan metabolik yang antara lain membantu memberikan kemampuan untuk mencerap nutrisi dan untuk memodifikasi reaktivitas sistem imun.
Organisme probiotik apabila diberikan dalam jumlah tertentu dapat memberi manfaat. Bakteri usus halus misalnya dapat meningkatkan kesehatan dengan memecah toksin, sintesis vitamin, meringankan penyakit radang lambung, kanker kolorektal, dan peradangan usus.
Mikrobiom manusia telah diteliti untuk pengujian aktivitas antimikroba patogen. Senyawa lacticin 3147 dari Lactococcus lactis, yang digunakan untuk membuat keju, ternyata memiliki aktivitas antimikroba pada strain Clostridium difficile yang diisolasi dari usus manusia.
Cochrane Database of Systematic Reviews edisi November 2010 melaporkan bahwa bakteri probiotik seperti Lactobacillus GG dapat memperpendek jangka waktu diare dan mencegah diare pada anak-anak. Organisme ini diduga menempati tempat ikatan pada mukosa usus sehingga mencegah bakteri patogen mendekat. Lactobacilli juga menghasilkan bacteriocins yang bekerja sebagai antibiotik lokal. Diare terkait antibiotik dapat terjadi apabila antibiotik tersebut menganggu flora normal dalam usus orang yang sehat. Gangguan serupa itu dapat menyebabkan disfungsi ekosistem usus dan memungkinkan bakteri patogen membentuk koloni dan memperoleh akses masuk ke mukosa.
Sistem pencernaan manusia mengandung tiga kelompok kehidupan, bakteri, archaea dan eukariotik. Archaea adalah sekelompok mikroorganisme prokariotik bersel satu yang telah berevolusi. Awalnya ditemukan di lingkungan ekstrim namun telah ditemukan pada semua habitat termasuk sistem pencernaan hewan seperti ruminansia, rayap dan manusia.
Eukariot adalah organisme yang selnya mengandung membran pelindung di sekitar inti sel. Mayoritas terdiri dari dua divisi, Bacteroidetes (48%) dan Firmicutes (51%). Bacteroidetes mencakup sejumlah genera Bacteroides, yang belum ditemukan selain di saluran pencernaan hewan. Firmicutes mencakup genera Clostridium, Lactobacillus, Eubacterium, Ruminococcus, dan lainnya.
Bacteroides thetaiotaomicron adalah spesies yang penting dalam saluran usus halus distal dari manusia dewasa, yang mampu memecah polisakarida yang mengandung xylan, pektin dan arabinosa, yang merupakan penyusun serat diet.
Para ahli mikrobiologi seperti Louis Pasteur (1822–1895) dan Ilya Mechnikov (1845–1916) hingga ilmuwan masa kini telah menekankan pentingnya memahami kontribusi mikrobiota pada kesehatan manusia. Mechnikov, pemenang Nobel Kedokteran pada 1908, adalah satu dari peneliti pertama yang mempelajari flora usus halus manusia.
Bakteri usus halus melepaskan sinyal kimia yang dikenali reseptor spesifik yang disebut toll-like receptors (TLRs)—dari sistem imun bawaan. Interaksi ini membantu menjaga integritas arsitektural dari permukaan usus halus dan meningkatkan kemampuan dari permukaan epitel untuk menahan cedera.
Kekurangan pada tiap dari molekul sinyal dapat memicu peradangan usus halus, yang dapat menjadi penyebab penyakit usus halus. Penelitian sedang berlangsung untuk memahami berbagai tipe dari aktivasi TLR ini untuk memastikan bagaimana informasi ini digunakan untuk merawat sindrom usus yang teriritasi, penyakit Chron dan tipe lain radang usus halus.
Ternyata tidak semua mikroba merugikan manusia. Pada sebagian diantaranya kita boleh jadi perlu berterimakasih atas jasa-jasanya. Saat ini, para ilmuwan berusaha memahami bagaimana tubuh memelihara keadaan kesetimbangan dengan mikroflora penghuni usus halus.

From netsains.com

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Archieves
Categories